f l a s h n e w s


27 Maret 2009,

Setelah maen dari tempat kos temenku ,aku langsung tancap power ON CPU ku. Wuuuiing…wuuuiing…. dah gak sabar pengen denger lagu ecoutez terbaru apalagi yg  “Are You Really The One” yg kudapat (ku kopi) dari kompienya temenku. (Maaf ya ecoutez, ndak beli CD asli nya. Ini yg terakhir kok aku menikmati bajakan…hihihi^_^) .

Setelah selesai booting ku tancap aja Flash Disk 4Gb kuningku, langsung ku cari file-nya, Mainkan….!! waaah enak bener ni lagu…

Sambil dengerin lagu ngeliat liat isi FD, eh kok ada folder “New harry potter” ya ?? Perasaan ku tadi gak ngambil file film. Dengan dorongan rasa penasaran memuncak ku buka lah folder itu dan ternyata……DUAAAARRRR…!! tersebarlah virus sialan harry potter , semua folder di kompi ku juga berganda berupa shortcut 1Kb, dan juga muncul folder shortcut Microsoft dimana-mana. Alhasil performa komputer menurun dan ku jadi bingung milih file yg asli dan yg bukan. Sudah semua antivirus mulai kaspersky 7, avg 7, etc. gak mempan. pernah googling cara ngilangin tanpa anti virus, dengan cara ngrubah nama (rename)  wbscript.exe.. Eh gak juga berhasil, taskbar jadi malah ilang!! Sebeeell!!

 

Wah, gimana nih ??? Ada yg tau solusinya gak ??

Iklan

February 14th, 2009 07:22 pm

Selalu ada yang berbeda di bulan Februari, apalagi saat menjelang pertengahan bulan. Coba tengok saja, pusat perbelanjaan mall, plaza semua mengubah tampilannya dengan nuansa pink dan gambar hati. Cupid bersayap juga mendadak jadi selebriti di bulan Februari. Begitu pula acara-acara di televisi, semuanya serba bertemakan cinta dan romantisme. Ya, memang hari ini, tgl. 14 Februari – katanya – adalah hari kasih sayang atau Valentine Day. Acara memberi kado hadiah, coklat, bunga kepada pasangan menjadi warna saat perayaan hari valentine. Sementara aku hanya di rumah duduk manis di depan kompie menulis postingan ini. Ya, seumur-umur memang ndak pernah aku ngerayain Val day, secara memang aku jomblo saat ini… hehehe… tapi suer.. aku ndak akan pernah ngerayain hari itu. Memang tidak pantas dan layak umat muslim Nabi Muhammad SAW seperti kita merayakannya. Tidak pernah sama sekali beliau mengajarkannya. Faktanya memang hampir 80% orang yang merayakannya adalah umat kristiani. Kalo memang kita melihat begitu banyak orang muslim Indonesia juga ikut merayakannya adalah suatu kesalahpahaman (kalo tidak boleh dibilang kebodohan ). Di Indonesia, utamanya di kota2 besar Val day mulai menjadi budaya yang populer, komersil dan konsumtif, lebih banyak ditujukan untuk pembelian barang-barang berbau kasih sayang : kotak coklat, perhiasan, boneka dan sebagainya. Salah kaprah kan ?

St. VALENTINUS, ya,.. pendeta inilah yang harus bertanggung jawab atas adanya hari Valentine. Dari namanya pasti kalian tahu ( pasti inget nama Valentino Rossi pembalap GP Motor dari Italia kan ? ) kalo pendeta ini hidup di jaman Romawi pada abad ke III Pada saat itu kerajaan Roma dipimpin oleh Kaisar Claudius II yang kejam. Ia berambisi untuk memiliki pasukan militer yang kuat tiada tandingan. Lalu ia berpikir jika semua pemuda ( pria ) di negaranya ikut dalam pasukannya maka mimpinya bisa terwujud. Namun gayung tidak bersambut, banyak pemuda pria yang enggan bergabung dengan pasukannya, apalagi pergi berperang dan meninggalkan keluarga, istri atau kekasih hatinya. Claudius berang, dan segera menerapkan kebijakaan gila pada rakyatnya yaitu : semua pemuda pria dilarang untuk menikah!. Sebagai pendeta yang berkewajiban menikahkan pasangan, ia secara tegas menolak kebijakan itu. Ia tetap menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meski secara diam-diam. Aksi Valentinus ini kemudian diketahui oleh antek-antek kaisar dan coba untuk memperingatkannya. Namun peringatan itu tidak digubris sama sekali oleh Santo Valentinus, ia tetap menikahkan pasangan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Karena aksi nekatnya, ia kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan pemenggalan kepala. Nasib St. Valentinus yang tinggal menunggu ajal, mengundang simpati orang-orang. Mereka banyak yang berkunjung untuk hanya sekedar memberi dukungan. Salah satu pendukungnya adalah putri dari penjaga penjara itu sendiri. Di hari pemenggalannya , yaitu tepat hari ini, tanggal 14 Februari, St. Valentinus masih sempat untuk menulis pesan surat untuk gadis putri penjaga penjara itu. Kata kata dalam pesan itu yang populer dan masih sering digunakan saat ini adalah : ……

With Love ,

Your Valentine

PS:

Hadis Rasulullah s.a.w :Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu

Menurut Data Statistik dari Alexa, friendster.com menempati posisi 3 setelah yahoo dan google website paling banyak dikunjungi dari Indonesia. Friendster bahkan mendatangkan visitor terbayak dari negara Indonesia, yaitu sekitar 35% jumlah visitor berasal dari negara ini dan disusul 23% berasal dari filipina.
Sementara facebook.com situs jejaring sosial yang saat ini lagi naik daun, hanya mampu bercokol diperingkat 6 website paling banyak dikunjungi dari Indonesia dan hanya mampu meraup 2,2% jumlah visitornya yang berasal dari Negara Indonesia.

Memang tidak bisa dipungkiri bila friendster masih mendominasi menjadi situs jejaring sosial paling populer di wilayah asia, bila dibandingkan dengan facebook yang masih dikategorikan pendatang baru diranah situs jejaring sosial dibandingkan dengan friendster.com yang sudah terlebih dahulu hadir.

Friendster masih menjadi dominasi saat ini di Indonesia dibandingkan dengan faceebook mengingat masyarakat pengakses situs ini telah familiar dengan penggunaanya, namun karena kebanyakan fitur berlebihan yang terdapat disitus ini membuat hanya kaula muda saja yang paling berminat dibandingkan dengan kaum tua yang biasanya lebih memilih facebook ketimbang friendster

Bila kita berbicara secara global, maka statistik kunjungan ke dua situs ini akan kelihatan berbanding terbalik, dimana faceebook dari hari kehari mengalami kenaikan traffick pengunjung, sedangkan friendster berbanding terbalik dengan kenyataan pengunjung faceebook yaitu mengalami penurunan yang sangat drastis pula dari hari keharinya.

Secara Global Facebook saat ini menempati posisi ke 5 situs paling banyak dikunjungi, sedangkan friendster harus puas menempati posisi 44 situs paling banyak diakses di seluruh dunia. Lihat saja perbandingan gambar grafik jumlah pengunjung antara keduanya di berikut :

Gambar: Statistik Pengujung Friendster

Gambar: Statistik Pengjung Facebook

source: Karo cyber community

FAKTA NYATA TERJADINYA GLOBAL WARMING

Pernyataan di bawah berikut ini mungkin akan membuat kita tersentak sekaligus terbelalak. Ia berbunyi: “Pernyataan pemanasan global itu sungguh nyata cuma omong kosong. Pernyataan itu diulang-ulang oleh para aktivis guna meyakinkan sekaligus menakut-nakuti publik bahwa iklim akan berubah menjadi malapetaka, dan aktivitas manusialah penyebab utamanya.” Kalimat itu diucapkan senator AS dari Partai Republik, James Inhofe, yang juga merupakan Ketua Environment and Public Works Committee Senat AS, setahun lalu.

Pernyataan itu diperkuat lagi dengan pernyataan Direktur NASA Michael Griffin dalam wawancara dengan sebuah radio lokal di AS belum lama ini, yang menunjukkan keraguan sang direktur bahwa pemanasan global adalah tantangan terbesar yang harus diatasi manusia. Dalam wawancara tersebut, salah satu petikan pernyataan Griffin yang kemudian banyak dikutip adalah, “Iklim bumi saat ini adalah iklim yang terbaik yang pernah kita punyai.”

Benarkah pemanasan global sungguh-sungguh merupakan akibat dari ulah manusia yang terlalu rakus mengeksploitasi bumi dan ceroboh menjaga keseimbangan alam? Apakah pemanasan global dan perubahan iklim adalah hal terpenting yang harus diatasi manusia?

Inhofe memaparkan beragam fakta dan kutipan yang mendukung argumennya. Menurutnya, media memainkan peranan penting dalam menggelorakan isu yang tidak benar ini. Ia pun mengungkapkan penelusurannya terhadap laporan beberapa media terkemuka seperti Newsweek, Majalah Time, Harian New York Times, Chicago Tribune, dan juga Jurnal Science News. Didapatinya, media-media tersebut pada era tahun 1900-an justru melaporkan kekhawatiran akan datangnya abad es, bukan pemanasan atau melelehnya es. Hingga periode 1920-1930-an sampai menjelang akhir tahun 1970-an, media-media terkemuka di AS itu masih sangat gencar memberitakan dan melaporkan bahaya perubahan bumi menjadi bola es.

Ia pun melecehkan Protokol Kyoto, sebuah protokol yang ditandatangani oleh sebagian besar negara di kolong bumi ini guna mengurangi emisi gas-gas pembentuk rumah kaca di mana AS menolak menandatanganinya, sebagai kesepakatan dan solusi yang tidak ada artinya dalam rangka mengurangi emisi gas-gas berbahaya ke atmosfir bumi. Menurutnya, cara paling efektif untuk mengurangi gas-gas tersebut adalah penggunaan alat pembersih gas dan teknologi yang lebih efisien untuk menekan gas tersebut bertebaran ke angkasa.

Namun pernyataan Inhofe berbau politis itu tak menyurutkan gerakan global di seluruh dunia bahwa ancaman pemanasan bumi sungguh-sungguh nyata dan harus diperangi dari sekarang oleh semua pihak. Inhofe, politisi dari Partai Republik, sebagaimana halnya Presiden AS George W. Bush yang juga dari Partai Republik, jelas tidak mau kepentingan mereka terusik terusik gara-gara harus menekan emisi gas rumah kaca yang di AS sebagian besar dihasilkan dari pembangkit listrik berenergi fosil (BBM, batubara).

Tak hanya Inhofe dan Bush yang bersikap “bebal” terhadap perubahan iklim. Lebih dari 17 ribu ilmuwan — dua ribu lebih di antaranya adalah fisikawan, geofisikawan, ahli iklim, ahli meteorologi, dan pakar lingkungan- menandatangani petisi yang diedarkan oleh Oregon Institut of Science and Medicine di AS. Salah satu kalimat dalam petisi itu menyatakan, “Tidak ada bukti-bukti ilmiah bahwa pelepasan gas karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan gas-gas rumah kaca lainnya yang mengakibatkan pemanasan akut terhadap temperatur bumi dan kerusakan pada iklim bumi.”

Terlepas dari kenyataan dan pernyataan politik yang diungkapkan di atas, fakta-fakta berikut ini berbicara jauh lebih kuat dan nyata, memperlihatkan ke mana arah perubahan iklim di bumi ini akan menuju dan bermuara.

Fakta-fakta

Kita mulai dari yang jauh dengan kita, Laut Arktik. Lautan ini sebagian besar dikenali sebagai samudera es. Ilmuwan yang mengamati perubahan pada lautan es ini mencatat terjadinya peningkatan panas dua kali lebih cepat dibandingkan pemanasan di tingkat global. Sejak tahun 1980, samudera es yang terletak Arktik yang berada di wilayah Eropa telah mencair antara 20-30 persen.

Masih di Eropa, pegunungan Alpens yang tadinya sebagian besar diselubungi salju mengalami kemerosotan deposit salju yang parah. Delapan dari sembilan area gletser/glacier menunjukkan derajat kerusakan yang signifikan dan dalam kurun waktu satu abad sudah kehilangan sepertiga dari wilayah es.

Tidak hanya di Eropa, seluruh dataran tinggi di dunia yang selama ini dikenal memiliki puncak gunung es juga lumer. Salju di puncak gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro, setiap bulannya meleleh tak kurang dari 300 meter kubik. Gunung yang terletak di Tanzania ini menderita kebotakan salju parah bilamana membandingkan foto udara yang diambil pada tahun 1974, 1990, dan 2001. Dalam periode satu abad pengamatan, salju di puncak gunung itu meleleh hingga mencapai 82%. Bila salju tak lagi betah hinggap di puncak gunung itu, nama gunung itu boleh jadi harus diubah, karena Kilimanjaro dalam bahasa setempat berarti gunung yang putih atau gunung yang bercahaya.

Mari beralih ke kawasan yang melahirkan banyak seniman bola, Amerika Selatan. Salju di negeri-negeri seperti berdataran tinggi seperti Argentina, Peru, Chili juga menurun drastis. Pegunungan Andes, salah satu surga salju di dunia, mengalami pelelehan salju ke arah puncak gunung yang sangat signifikan. Antara tahun 1963 hingga 1978, salju mencair rata-rata 4 meter per tahun, dan sejak tahun 1995 hingga sekarang, pelelehan salju mencapai kecepatan 30,1 meter per tahun di seluruh kawasan yang mengandung glacier. Sementara di Venezuela, negeri penghasil Miss World terbanyak, dari 6 glacier yang dimiliki negeri tersebut pada tahun 1972, kini hanya tersisa dua lagi, dan akan hilang paling lambat 10 tahun sejak sekarang.

Konsekuensi dari melelehnya salju adalah meningkatnya permukaan air laut, pertama-tama di kawasan tersebut. Di negeri bola Brasil, garis pantai yang hilang menjadi lautan rata-rata berkisar 1,8 meter per tahun pada kurun waktu antara 1915 hingga 1950 dan meningkat menjadi 2,4 meter per tahun pada kurun waktu sepuluh tahun antara 1985-1995.

Apa yang terjadi di Asia, juga di Indonesia, akibat pemanasan global? Sama dengan yang terjadi di benua lain, salju-salju di dataran tinggi Asia mengalami pelelehan yang drastis sekaligus dramatis. Himalaya, gunung tertinggi di dunia yang menjadi kantong air beku di “atap langit” terus kehilangan saljunya secara konsisten. Glacier-glacier di Pegunungan Himalaya yang tersebar di negara-negara seperti India, Tibet, Bhutan, China, terdegradasi dengan amat cepat. Tujuh sungai besar di Asia yang bermata air dari Himalaya yakni Gangga, Indus, Brahmaputra, Mekong, Thanlwin, Yangtze, dan Sungai Kuning terancam eksistensinya yang berakibat pada ratusan juta umat manusia di kawasan sepanjang aliran sungai-sungai itu.

Tak hanya di kawasan Asia Selatan, salju di Asia Tengah yang juga terus lenyap satu per satu. Itu terjadi pula di Puncak Jaya, Papua, satu-satunya daerah pegunungan tinggi di Indonesia yang memiliki salju. Bila foto udara pada tahun 1972 memperlihatkan puncak gunung yang hampir seluruhnya diselimuti salju, sekarang puncak gunung itu hanyalah berisi bebatuan dan pepohonan belaka. Artinya, tidak ada lagi salju di sana.

Pelelehan es yang diungkap di atas baru merupakan sebagian dari yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan laporan terakhir Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) terakhir yang dirilis tahun 2007 ini, 30 salju di pegunungan di seluruh dunia kehilangan ketebalan hingga lebih dari setengah meter hingga tahun 2005 saja. Dua tahun yang terakhir belum masuk dalam laporan tersebut.

Es di Greenland yang kian menyusut karena pemanasan global

Fakta terbaru menyebutkan bahwa lebih dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global.

“Antara Greenland, Antartika, dan Alaska, pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir,” kata Scott Luthcke, geofisikawan NASA.

Dari pengukuran tersebut, lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. Selama lima tahun, es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Bahkan menurut Luthcke, pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat.

Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Pada tahun 1990-an, pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti.

“Namun, saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun,” kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. “Pencairan terus memburuk. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. Tidak ada perbaikan yang terjadi,” lanjut Zwally.

Para ilmuwan NASA mempresentasikan temuan baru mereka pada konferensi American Geophysical Union di San Fransisco minggu lalu. Dengan menganalisis perubahan iklim, secara umum para ilmuwan akan melihat yang terjadi beberapa tahun untuk menentukan tren secara keseluruhan.

dikutip dari : KOMPAS.com dan sumber lainnya

Musim hujan berkepanjangan – turun setiap hari, bisa pagi, sore atau malam – tampaknya sudah mulai datang. Paling tidak mengenakkan dialami pengendara sepedamotor bila siraman air dari langit jatuhnya pagi saat hendak pergi kerja. Kalau sekadar hujan saja mungkin bisa diatasi dengan memakai jas khusus.

Repotnya, hujan menyebabkan banjir. Tingginya tidak kepalang tanggung, bisa sampai sebatas dengkul orang dewasa. Untuk pemilik motor jenis bebek – bukan skubek ya – ini ada tips ringan mencegah motor tidak mogok kala menerjang banjir.

Balik Standar
Bagian-bagian yang dilepas, seperti pelindung kaki (tameng) dipasang kembali. Atau bodi yang sudah dimodifikasi, semisal sepatbor depan dan belakang, balikkan ke standarnya. Begitu juga mesin, tenaga yang besar (akibat sudah dimodifikasi) bisa membuat roda belakang spin. Kalau gejala itu berlangsung saat menikung, bisa-bisa terjatuh.

Tekanan Angin Ban
Saat musim hujan begini, pemakaian ban jenis semi-slick kurang tepat. Daya cengkerem kurang gigit dan sebaiknya kembali menggunakan ban standar, baik depan maupun belakang. Sebelum jalan – bila kondisi jalan basah (bertepatan hujan) – periksa tekanan angin ban. Pastikan tidak melewati ukuran standar, malah dikurangi 1-2 psi agar permukaan ban minimal 70% menapak ke aspal.

Lindungi Busi
Untuk mencegah agar busi tidak terendam air, lindungi dengan plastik akrilik dengan memanfaatkan sisi kiri dan kanan tameng sebagai peganggannya. Mulai dari bagian paling bawah tameng menutupi blok mesin. Agar plastik tidak koyak – karena terkena tekanan air, trus membentur kepala silinder – bagian atas dan bawah dikasih triplek atau bisa juga bambu. Boleh dilem atau diikat dengan kawat halus.

Untuk menempelkan plastik akrilik ke tameng bisa menggunakan plakban atau solatape (bukan dari kertas) yang lebar. Ketika menerjang banjir, upayakan kecepatan rata (5 km/jam) jangan dientak-entak yang bisa membuat air masuk melepas pelindung.

Kepala Busi di Sealer
Sekalipun busi sudah dilingdungi, untuk lebih meyakinkan, sambungan kepala busi dengan kabel sebaiknya diberi cairan perapat (sealer) untuk menutupi lubang pernafasan.

Tutup plastik
Seumpama ketinggian air hampir menutupi roda, kalau mau tetap melewati, jangan mengandalkan mesin hidup. Lebih baik didorong (mesin matikan), namun sebelum menerabas lakukan langkah-langkah ini. Copot kabel busi ujungnya ditutup dengan plastik (diikat karet).

Begitu juga dengan blok dan kepala silinder. Kalau masih panas, tunggu sampai dingin, baru dibungkus dengan plastik (bila perlu berlapis ganda) dan diikat pakai karet.

Stik Oli
Periksa tongkat pengukur oli mesin dan pastikan masih rapat. Kalau sudah longgar, sebaiknya ditutup juga dengan plastik agar air tidak masuk bercampur dengan oli.

Terjang deh, tuh banjir. Jika sudah lolos, copot semua pelindung, tunggu beberapa menit agar air jatuh. Bila perlu dibantu dengan memiringkan ke kiri dan kekanan. Trus, pasang standar tengah, tekan ke belakang dan ke depan beberapa kali. Baru kemudian nyalakan mesin dan tunggu beberapa menit.

dikutip dari KOMPAS OTOMOTIF : Senin, 24/11/2008 | 11:05 WIB

NAGOYA, SENIN — Salah satu perusahaan raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corp (TMC) mengumumkan bahwa dalam semester kedua 2008, pihaknya mengalami kerugian sebesar 100 miliar yen. Hal ini disebabkan oleh anjloknya penjualan Toyota di seluruh dunia dan menguatnya nilai tukar yen terhadap dollar AS.

Kerugian yang cukup besar ini tercatat untuk pertama kali sejak TMC didirikan pada 1941. Ini termasuk juga sebagai kerugian operasi tahunan pertama, sejak Toyota pertama kali mengeluarkan pendapatan tahunan pada Maret 1941. Kemudian, saham Toyota yang diperdagangkan Senin (22/12) mengalami penurunan 2,76 persen menjadi 2.820 yen.

“Perubahan yang menimpa perekonomian di seluruh dunia merupakan krisis yang berkepanjangan, siklus seratus tahunan. Krisis ini bergerak lebih cepat, dalam, dan luas dari apa yang diperkirakan sebelumnya,” ujar Presiden Toyota Katsuaki Watanabe di kantor Toyota Motor Corp, Nagoya, Senin.

Untuk menanggulanginya, Toyota mempertimbangkan untuk memangkas pembayaran deviden yang juga baru pertama kali dilakukan sejak 1949. Selain itu, mereka juga bersiap memutuskan hubungan kerja sebanyak 3.000 pekerja kontrak.

Langkah lain, Toyota juga tengah bersiap untuk meninjau ulang rating kredit jangka panjang pelanggan yang mencicil produknya, lantaran melonjaknya nilai tukar yen terhadap dollar AS.

Terakhir, merevisi target keuntungan bersih, dari yang semula sebesar 1,25 triliun yen, menjadi 550 miliar yen.

dikutip dari KOMPAS OTOMOTIF: Senin, 22/12/2008 | 20:35 WIB