February 14th, 2009 07:22 pm

Selalu ada yang berbeda di bulan Februari, apalagi saat menjelang pertengahan bulan. Coba tengok saja, pusat perbelanjaan mall, plaza semua mengubah tampilannya dengan nuansa pink dan gambar hati. Cupid bersayap juga mendadak jadi selebriti di bulan Februari. Begitu pula acara-acara di televisi, semuanya serba bertemakan cinta dan romantisme. Ya, memang hari ini, tgl. 14 Februari – katanya – adalah hari kasih sayang atau Valentine Day. Acara memberi kado hadiah, coklat, bunga kepada pasangan menjadi warna saat perayaan hari valentine. Sementara aku hanya di rumah duduk manis di depan kompie menulis postingan ini. Ya, seumur-umur memang ndak pernah aku ngerayain Val day, secara memang aku jomblo saat ini… hehehe… tapi suer.. aku ndak akan pernah ngerayain hari itu. Memang tidak pantas dan layak umat muslim Nabi Muhammad SAW seperti kita merayakannya. Tidak pernah sama sekali beliau mengajarkannya. Faktanya memang hampir 80% orang yang merayakannya adalah umat kristiani. Kalo memang kita melihat begitu banyak orang muslim Indonesia juga ikut merayakannya adalah suatu kesalahpahaman (kalo tidak boleh dibilang kebodohan ). Di Indonesia, utamanya di kota2 besar Val day mulai menjadi budaya yang populer, komersil dan konsumtif, lebih banyak ditujukan untuk pembelian barang-barang berbau kasih sayang : kotak coklat, perhiasan, boneka dan sebagainya. Salah kaprah kan ?

St. VALENTINUS, ya,.. pendeta inilah yang harus bertanggung jawab atas adanya hari Valentine. Dari namanya pasti kalian tahu ( pasti inget nama Valentino Rossi pembalap GP Motor dari Italia kan ? ) kalo pendeta ini hidup di jaman Romawi pada abad ke III Pada saat itu kerajaan Roma dipimpin oleh Kaisar Claudius II yang kejam. Ia berambisi untuk memiliki pasukan militer yang kuat tiada tandingan. Lalu ia berpikir jika semua pemuda ( pria ) di negaranya ikut dalam pasukannya maka mimpinya bisa terwujud. Namun gayung tidak bersambut, banyak pemuda pria yang enggan bergabung dengan pasukannya, apalagi pergi berperang dan meninggalkan keluarga, istri atau kekasih hatinya. Claudius berang, dan segera menerapkan kebijakaan gila pada rakyatnya yaitu : semua pemuda pria dilarang untuk menikah!. Sebagai pendeta yang berkewajiban menikahkan pasangan, ia secara tegas menolak kebijakan itu. Ia tetap menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meski secara diam-diam. Aksi Valentinus ini kemudian diketahui oleh antek-antek kaisar dan coba untuk memperingatkannya. Namun peringatan itu tidak digubris sama sekali oleh Santo Valentinus, ia tetap menikahkan pasangan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Karena aksi nekatnya, ia kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan pemenggalan kepala. Nasib St. Valentinus yang tinggal menunggu ajal, mengundang simpati orang-orang. Mereka banyak yang berkunjung untuk hanya sekedar memberi dukungan. Salah satu pendukungnya adalah putri dari penjaga penjara itu sendiri. Di hari pemenggalannya , yaitu tepat hari ini, tanggal 14 Februari, St. Valentinus masih sempat untuk menulis pesan surat untuk gadis putri penjaga penjara itu. Kata kata dalam pesan itu yang populer dan masih sering digunakan saat ini adalah : ……

With Love ,

Your Valentine

PS:

Hadis Rasulullah s.a.w :Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu