NAGOYA, SENIN — Salah satu perusahaan raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corp (TMC) mengumumkan bahwa dalam semester kedua 2008, pihaknya mengalami kerugian sebesar 100 miliar yen. Hal ini disebabkan oleh anjloknya penjualan Toyota di seluruh dunia dan menguatnya nilai tukar yen terhadap dollar AS.

Kerugian yang cukup besar ini tercatat untuk pertama kali sejak TMC didirikan pada 1941. Ini termasuk juga sebagai kerugian operasi tahunan pertama, sejak Toyota pertama kali mengeluarkan pendapatan tahunan pada Maret 1941. Kemudian, saham Toyota yang diperdagangkan Senin (22/12) mengalami penurunan 2,76 persen menjadi 2.820 yen.

“Perubahan yang menimpa perekonomian di seluruh dunia merupakan krisis yang berkepanjangan, siklus seratus tahunan. Krisis ini bergerak lebih cepat, dalam, dan luas dari apa yang diperkirakan sebelumnya,” ujar Presiden Toyota Katsuaki Watanabe di kantor Toyota Motor Corp, Nagoya, Senin.

Untuk menanggulanginya, Toyota mempertimbangkan untuk memangkas pembayaran deviden yang juga baru pertama kali dilakukan sejak 1949. Selain itu, mereka juga bersiap memutuskan hubungan kerja sebanyak 3.000 pekerja kontrak.

Langkah lain, Toyota juga tengah bersiap untuk meninjau ulang rating kredit jangka panjang pelanggan yang mencicil produknya, lantaran melonjaknya nilai tukar yen terhadap dollar AS.

Terakhir, merevisi target keuntungan bersih, dari yang semula sebesar 1,25 triliun yen, menjadi 550 miliar yen.

dikutip dari KOMPAS OTOMOTIF: Senin, 22/12/2008 | 20:35 WIB