Kutipan…hmm…mungkin tidak cukup bisa mewakili pernyataan utuhnya. Maknanya bisa saja jadi ambigu, melenceng bahkan bisa berbeda sama sekali. Tapi justru itu yang membuat kutipan di bawah ini menarik karena bisa saja satu kutipan  memiliki bermacam-macam arti tergantung orang yang membacabya- Kutipan-kutipan ini diambil dari tokoh baik dalam dan luar negeri yang pernah saya baca dari beberapa sumber , yang mungkin berkesan lucu, aneh dan bisa juga membangun. So ,just enjoy it !

 

 

“Hak bukanlah sesuatu yang harus diberikan orang kepadamu akan tetapi Apa yang tidak bisa diambil orang darimu”  Ramsey Clark

 

“Inovasilah yang membedakan antara pemimpin dengan pengikutnya.”     Steve Jobs , pendiri Apple.


“Orang yang tidak tahu tapi melakukan, akan dibuat tahu saat melakukan.”

Mario Teguh , Motivator yang terkenal dengan salam “Super”.


“Sukses itu berproses, dan ada banyak unsur yang berperan: kita sendiri, orang lain, waktu dan Tuhan” Andrie Wongso


 

“Tidak ada yang berakhir dengan menyenangkan, itulah mengapa hal tersebut berakhir” Tom Cruise , aktor sekaligus suami dari aktris Katie Holmes.


 

“It is white.”

George W. Bush , di depan anak-anak sekolah di Londan yang bertanya seperti apa itu Gedung Putih.


 

“Sekolah itu seperti rumah makan. Kalau sekolah itu bagus, harga akan ditanya belakangan, tapi kalau jelek, mau masuk pun enggan.”

Wapres Yusuf Kalla ,dalam silaturahmi nasional PGMI (Persatuan Guru Madrasah Indonesia). detik.com


“Kok ada 200.000 saksi. Kapan bisa selesai ?”

Hakim Mahkamah Konstitusi ,terkejut mengetahui jumlah saksi yang diajukan kuasa hukum saat menangani sengketa Pilkada Kota Makasar. detik.com


“Hal yang paling hebat dari notebook adalah tak peduli seberapa banyak Anda memasukkan program ke dalamnya, dia tidak akan bertambah besar dan berat” Bill Gates.


“Anjing menggonggong kafilah berbalik, menggonggong sebentar, lalu berlalu ”

Dewi ‘Dee’ Lestari ,saat menanggapi berbagai gosip seputar dirinya.


“Seseorang yang bersikeras melihat dengan kejernihan sempurna sebelum ia memutuskan, maka ia tidak akan pernah memutuskan ” Henri-Frederic Amiel


 

“Kesulitan dalam pernikahan adalah bahwa kita jatuh cinta dengan kepribadian, namun harus hidup dengan karakter. ” Peter Devries

Menjelang magrib, saat penduduk bersiap pulang dari ladang, dari arah padang penggembalaan terdengar teriakan panik seorang laki-laki. “Tolong … tolong … harimau…!!!” Namun aneh, teriakan itu tidak mendapat respon seorang pun.

Mengamuklah seekor harimau betina besar. Dengan ganas, dia mengejar kerbau. Tetapi karena kawanan itu bersatu-padu, harimau itu merasa jeri, lalu mengganti sasarannya: si pemuda gembala. Mendapat serangan tersebut, si pemuda hanya bisa berlari semampunya. Dan malang, kecepatan dan kekuatannya tidak sebanding dengan harimau. Dia diterkam dan mati mengenaskan.

Besok pagi, penduduk berdatangan ke padang. Mereka terkejut mendapati si gembala sudah tinggal kerangka rusak dengan sisa-sisa cabikan yang mengerikan. Terdengar celutukan di sana sini, “Inilah hasil dari sebuah keisengan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan pernah berlaku iseng dan kurang ajar.”

Muasal terjadinya peristiwa naas masih segar dalam ingatan penduduk. Setiap keluarga memiliki sedikitnya seekor kerbau. Tapi karena pekerjaaan merekaadalah bertani, mereka pun kesulitan menggembalakan kerbau-kerbau itu. Maka, mereka semufakat mengangkat seorang pemuda dengan tugas khusus menggembalakan semua kerbau di padang penggembalaan yang tak jauh letaknya dari pemukiman dan perladangan.

Awalnya, pemuda itu menerima tanggungjawabnya dengan sukacita. Dengan penuh semangat, si pemuda setiap hari membawa ternak-ternak itu ke padang, menuntun dan memberi makan, memandikannya sambil bermain suling, bersenandung, dan menari.

Namun, karena tugas tersebut dilakoninya setiap hari sebagai rutinitas, lama-lama timbullah rasa bosan dan jenuh. Ia pun mulai mengeluh, kehilangan keceriaan, sering ketiduran, dan mulai menelantarkan kerbau-kerbau gembalaannya.


Suatu hari, timbullah rasa isengnya. Dia ingin mempermainkan penduduk. Caranya? Dia berlari kencang ke arah ladang sambil berteriak dengan suara menakutkan: “Harimau … harimau… harimau … selamatkan kerbau!!!”

Penduduk terkejut. Segera mereka bangkit dengan cangkul, golok, garu, dan benda tajam apa saja yang bisa diraih, berlari ke padang, membantu si gembala mengusir harimau.

Tetapi apa lacur? Tidak ada harimau! Kawanan kerbau yang katanya sedang diserang harimau ternyata tenang-tenang saja merumput. Mereka melihat ke sekeliling, mencari si pemuda, dan si pemuda malah tertawa terbahak-bahak. “Hua… hua…ha…ha…ha, kalian kena tipu, harimau jauh di hutan, aku cuma iseng, hua…hua…ha…ha…ha …”

Penduduk kesal, namun tak bisa berbuat apa-apa. Mereka pun kembali ke ladang masing-masing disertai gerutuan.

Dia pun tersenyum puas penuh kemenangan. Esok hari, keisengan si gembala timbul lagi. Dengan tergopoh-gopoh, dia kembali berlari ke ladang dan berteriak, “Harimau datang… harimau datang…kerbau dikejar, diterkam, dimangsa!!!”

Penduduk pun bangkit lagi, dengan tergesa-gesa sambil membawa segala macam senjata mereka menuju ke padang. Namun mereka kecewa kembali. Tidak ada harimau. Dan lagi-lagi si pemuda kurang ajar ini tergelak-gelak bahagia karena dapat mempermainkan penduduk kedua kalinya.

Dan itulah sebabnya ketika harimau benar-benar datang, tidak ada seorangpun yang tergerak untuk memberikan bantuan.

*****

Pembaca yang budiman, jangan pernah bermain-main dalam bekerja. Pekerjaan yang sudah diamanahkan kepada kita, sama seperti si pemuda mendapat amanah menggembalakan sapi, harus kita tunaikan dengan sungguh-sungguh. Sikap kurang ajar, iseng, jahil, berarti tidak bertanggungjawab, tidak profesional, dan dapat menimbulkan bencana.

Bisnis adalah keseriusan. Berapa nilai bisnis Anda? Mungkin puluhan juta, ratusan juta, puluhan miliar, atau bahkan triliunan. Satu hal harus selalu diingat: betapa kecil pun itu, kita harus mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, sepenuh tanggungjawab.

Kita tidak bisa memprediksi datangnya bencana. Bahaya selalu mengintai dari balik pintu dan siap menerkam kita. Yang bisa dilakukan hanyalah mengembangkan sikap waspada dan jangan membiarkan keisengan menjadi malapetaka. Pupuklah sikap menangani pekerjaan dengan sepenuh hati, serius, sebaik-baiknya, disertai dengan rasa tanggungjawab yang besar. Niscaya, itulah yang akan menyelamatkan dan menjadi kunci sukses dalam pekerjaan kita. Inilah inti Etos 2: Kerja adalah amanah yang harus kita tunaikan dengan benar sepenuh tanggungjawab.

baru-nikah2
Lewat tengah malam, segerombolan perampok mulai beraksi. Setelah berkeliling desa, mereka mendapati sebuah rumah dengan pintu terbuka sedikit. Aha! Ini mangsa yang tak boleh dilewatkan.Saat masuk, mereka melihat banyak sekali kado. Rupanya di rumah ini baru saja ada pesta. Tak mau berlama-lama, mereka pun mulai bekerja: kado-kado yang ada di ruang tamu langsung mereka angkut. Dari ruang makan, peralatan masak dan makan yang masih baru-baru habis mereka gotong.

Ketika masuk ke kamar, mereka tercengang. Terpampang jelas sepasang manusia sedang berbaring saling memunggungi. Tapi kok diam kayak patung, tidak bergerak sama sekali. Siapakah mereka? Apakah mereka pemilik rumah? Saat pandangan mereka berkeliling, terlihat baju pengantin. Mereka baru sadar, rupanya ini rumah pengantin baru. Karena berpacu dengan waktu, gerombolan itu pun beraksi tanpa memedulikan keduanya. Baju pengantin, kotak perhiasan, dan perkakas lain tandas disikat.

Kisah ini dimulai pagi tadi: sepasang kekasih menikah di depan penghulu. Pesta besar pun berlangsung, suasana begitu meriah. Tamu-tamu berdatangan, mereka makan, minum, menari, bergembira merayakan sukacita besar ini.

Malam pun tiba. Tetamu sudah pulang. Tinggallah kedua pengantin. Karena berpesta seharian, mereka kelelahan, memasuki kamar, lalu naik ke ranjang pengantin.

Belum apa-apa, terdengar derit pintu depan tertiup angin malam. Si suami ingat, pintu memang belum ditutup. Berkatalah ia, “Sayang, pintu depan belum dikunci. Turun dong sebentar, tutup pintunya ya.”

Tetapi istrinya menjawab, “Kamu ini gimana sih, aku kan capek juga, kamu aja yang turun.”

“Kamu ini istri apaan sih? Baru beberapa jam jadi istriku, sudah berani membantah. Brengsek! Emangnya kamu siapa, hah? Hayo, tutup pintunya!” balas si suami dengan suara tinggi.

Si istri tak mau kalah dan dengan kasar ia menyembur, “Sialan kamu, baru berapa jam jadi suamiku, sudah kayak raja memerintah seenak perut, main bentak. Emangnya aku budakmu, apa?”

Mereka pun bertengkar panjang lebar sambil mempertahankan argumentasi masing-masing, siapa yang seharusnya menutup pintu.

Tak tahan, akhirnya si suami berkata, “Sudah, sudah, aku capek. Gini aja: kita saling diam, tidur, dan siapa yang duluan ngomong, diayang harus menutup pintu.””

Mereka berdua pun menutup mulut rapat-rapat. Mereka pura-pura tidur, namun sebenarnya keduanya tidak bisa tidur karena saling mengintip, siapakah yang bakal kalah dalam pertarungan ego besar ini.

Saat itulah para perampok beraksi.

Ketika perampok itu sudah pergi agak jauh, si istri tidak tahan lagi lalu menyemburkan makian penuh amarah, “Lelaki guooobloook! Kamu ini gimana siiih? Sudah tahu rumah dirampok, masih aja diam kuaayak bangkeee!”

Tetapi si suami menjawab tenang dengan perasaan bahagia, “Haaa, aku menang! Sekarang, kamu turun! Tutup pintunya!” /p>

*****

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini. Namun satu aspek saja yang ingin saya sampaikan: maulah sedikit repot, turun tangan mengerjakan tugas-tugas yang patut dikerjakan, dan janganlah saling melempar tanggungjawab.

Ketika pengantin malang tersebut berjanji sehidup-semati, pasti tak ada kontrak yang berisi job description yang rinci: siapa harus menutup jendela, mengunci pintu, mengambil air, melipat selimut, memasak nasi, dan berbagai tugas rumahtangga lainnya.

Tetapi karena keduanya kebetulan pemalas dan suka melempar tanggungjawab, dalam kelelahan mereka, masing-masing mengharapkan pasangannyalah yang seharusnya mengerjakan ini dan itu. Tak terhindarkan, kejadian tragis di atas pun terjadi. Bukan cuma itu, seluruh kebahagiaan mereka sebagai pengantin baru lenyap seketika.

Di kantor, banyak sekali hal yang tidak dirumuskan dalam job description kita. Namun bila ada pekerjaan yang mendadak muncul—padahal kita tahu jika tidak segera dikerjakan akan menimbulkan kerugian atau bahaya bagi perusahaan—maka wajiblah kita mengerjakannya tanpa harus berharap apa imbalannya, berapa honornya, atau bagaimana uang lemburnya. Kita harus mengerjakannya karena rasa tanggung jawab, karena rasa peduli. Sebagai warga organisasi, kita turut menjadi pemilik, sedikitnya, harus ada rasa memiliki,sebuah rasa yang muncul karena kita diserahi amanah menjaga organisasi. Inilah arti Etos 2: amanah mengharuskan kita peduli, merawat, dan bertanggungjawab.

kumis11

Tersebutlah seorang pria bernama Nasrudin. Ia sahabat karib raja. Suatu hari, tergopoh-gopoh ia berlari ke istana. Dengan napas tersengal-sengal ia melapor, “Celaka baginda, celaka, celaka.” “Lho, ada apa Nasrudin, pagi-pagi kau kok sudah panik? Kenapa wajahmu pias begitu, seolah-olah dunia mau kiamat ?” “Yah, memang dunia mau kiamat, baginda. Tuhan sedang murka kepada dunia, Tuhan akan membinasakan kita semua!” “Lho, lho, lho, tunggu dulu; kok berkesimpulan begitu ?” tanya raja menyergah. “Baginda, begitu bangun dari tidur, aku mencium dunia sangat bau. Di mana-mana bau busuk. Di kamar, bau. Kudekati istriku, bau juga. Di kamar tamu, sama saja, semua bau. Aku keluar rumah, ternyata juga bau. Pohon-pohon bau, rumput-rumput bau, pagar bau, tetangga bau, semua membusuk, bau. Celaka baginda, Tuhan mulai menghukum dunia, ini kiamat !” “Tenang Nasrudin, tenang, tenang. Tarik nafas dalam-dalam. Minum dulu,” raja menghibur seraya mengangsurkan segelas air. Sesudah Nasrudin agak tenang, raja berkata lagi, “Sekarang, pergilah ke toilet dan bersihkan dirimu. Dan yang terpenting, bilas kumismu!” Nasrudin menurut. Seluruh kepala, rambut, dan wajahnya dia cuci dan bilas dengan sabun wangi. Aneh bin ajaib, tak ada lagi bau busuk. Dia bingung, semuanya normal kembali. Bahkan, yang tercium sekarang cuma semerbak wangi. Nasrudin menghadap raja, “Baginda, ini tak masuk akal, ke mana bau busuk tadi ?” Raja terpingkal-pingkal. “Ha-ha-ha, Nasrudin, Nasrudin, sebenarnya tidak ada bau busuk. Bau yang kamu cium sejak tadi sebenarnya berasal dari kumismu. Coba ceritakan, semalam kamu tidur di mana, tidur dengan siapa, sehingga kumismu bau begitu ?” Terperanjat, Nasrudin mulai mengingat-ingat kejadian semalam. Ketika hampir nyenyak, entah bagaimana asal mulanya, anak bungsunya memegang kotorannya sendiri, lalu memoles-moleskannya ke kumis bapaknya yang lebat. Itulah biang bau yang membuat Nasrudin sangat panik. Nasrudin pun kembali ke rumahnya dan yakin bahwa dunia tidak busuk seperti yang tadi dia sangka. ***** Banyak orang merasa dunia ini kotor, negeri ini jorok; mencium bangsa ini busuk, politikus itu tengik; atau merasa otak bos itu kumuh, perusahaan ini kacau. Mungkin saja itu benar, tapi mungkin juga tidak. Bisa jadi perasaan, penglihatan, dan penciuman semacam itu cuma disebabkan oleh ‘´kumis´ kita yang tercemar. Maka seruan umum ialah, hendaklah kita rutin membersihkan kumis sendiri. Itu berarti kita harus membebaskan hati dan pikiran kita dari prasangka-prasangka negatif, konsep-konsep yang belum tentu benar, teori-teori yang belum terbukti, atau kabar-kabar kabur sebelum kita menilai dan menghakimi orang lain, perusahaan kita, dan dunia ini. Jika kita menggunakan indera yang suci murni niscaya kita akan melihat perkara-perkara yang suci dan murni pula. Dengan cara begitu kita bahkan dapat melihat Tuhan dengan segenap rahmah, berkah, dan anugerah yang melimpah. Orang kadang bertanya: di manakah Tuhan sang mahamurah itu? Di manakah Dia sang pengasih lagi penyayang itu? Ada pula yang berkata: pekerjaanku bukan karunia-Nya, melainkan usahaku sendiri saja. Namun, bisa jadi pendapat-pendapat demikian berasal dari “kumis” yang terkontaminasi. Orang bijak bilang: kalau kita menjernihkan hati dan membeningkan jiwa maka kita akan melihat the invisible hands of God yang memelihara, yang menuntun, dan yang membantu kita. Kita akan melihat begitu banyak rahmat di dalam dan melalui pekerjaan kita. Mata batin yang bening mampu melihat sampai ke jantungnya, sampai ke hakikat kenyataan yang terdalam. Itulah yang memampukan kita untuk bergaul mesra dengan rahmat, hidup akrab bersama anugerah, dan berkolaborasi erat dengan roh kebaikan semesta sehingga kita mampu menikmatinya, bahkan turut memproduksi pelbagai kebajikan. Itulah esensi Etos 1: Kerja adalah Rahmat; Aku berkerja tulus penuh rasa syukur.

27 Maret 2009,

Setelah maen dari tempat kos temenku ,aku langsung tancap power ON CPU ku. Wuuuiing…wuuuiing…. dah gak sabar pengen denger lagu ecoutez terbaru apalagi yg  “Are You Really The One” yg kudapat (ku kopi) dari kompienya temenku. (Maaf ya ecoutez, ndak beli CD asli nya. Ini yg terakhir kok aku menikmati bajakan…hihihi^_^) .

Setelah selesai booting ku tancap aja Flash Disk 4Gb kuningku, langsung ku cari file-nya, Mainkan….!! waaah enak bener ni lagu…

Sambil dengerin lagu ngeliat liat isi FD, eh kok ada folder “New harry potter” ya ?? Perasaan ku tadi gak ngambil file film. Dengan dorongan rasa penasaran memuncak ku buka lah folder itu dan ternyata……DUAAAARRRR…!! tersebarlah virus sialan harry potter , semua folder di kompi ku juga berganda berupa shortcut 1Kb, dan juga muncul folder shortcut Microsoft dimana-mana. Alhasil performa komputer menurun dan ku jadi bingung milih file yg asli dan yg bukan. Sudah semua antivirus mulai kaspersky 7, avg 7, etc. gak mempan. pernah googling cara ngilangin tanpa anti virus, dengan cara ngrubah nama (rename)  wbscript.exe.. Eh gak juga berhasil, taskbar jadi malah ilang!! Sebeeell!!

 

Wah, gimana nih ??? Ada yg tau solusinya gak ??

Banyak orang yang mengkhawatirkan bahaya rokok dan menakutinya,
tapi setelah setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya
ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya. Kemudian,
para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil
dari beberapa hikayat pada zaman dahulu kala di mana pada
waktu itu nenek moyang kitapun telah membuktikannya melalui
beberapa percobaan, buktinya sperti cerita di bawah ini, dia
tetap sehat walafiat.

Untuk lebih jelasnya dapat dibuktikan lewat penemuan oleh
beberapa dari ahli di bawah ini: Pada zaman dahulu kala, ada
tiga orang dokter. Mereka selalu bersama kemana saja mereka
pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.

A. dr Jon Poni (suka main perempuan)
B. dr Jon Joni (suka minum minuman keras)
C. dr Jon Doni (suka segala jenis rokok)

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa tujuan.
Tiba-tiba ketiganya bertemu dengan sebuah ketel/kendi
(seperti cerita Aladin). Lalu salah seorang mengambilnya
lalu meng-gosok2kan ketel tersebut. Sejurus kemudian asap
keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan
berganti menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni sesosok
jin yang ganas. Lalu jin tersebut tertawa: “Ha ha
ha…” dan berkata “Akulah Jin Ifrit! Karena kamu
telah membebaskan aku dari ketel itu maka aku akan tunaikan
apa saja permintaan kamu sekalian.

Ketiga sahabat yang pada mulanya panik dan takut menjadi
gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang dan
kemauan masing-masing yang mungkin hanya sekali mereka
jumpai dalam hidup mereka. Lalu mereka memilih kemauan
mengikuti kegemaran masing-masing. Berkatalah si A,”Aku
mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di seluruh
dunia dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan
ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff ……..!! dengan
sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si A.

Berkata si B, “Aku mau semua jenis arak dari seluruh
dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam
sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10
tahun.” Pufff ……… !! dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si B.

Berkata pula si C,”Aku mau semua jenis rokok dari
seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan
dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10
tahun.” Pufff ………. !! dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si C.

Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul kembali
untuk membuka pintu gua masing-masing sebagaimana yang
dijanjikan. Maka jin tersebut pergi membuka pintu gua si A,
ketika dibuka maka keluarlah si A dengan keadaan kurus
kering, berdiri pun tidak bisa karena tidak sanggup untuk
menggerakkan lutut sebab hari-hari hanya memuaskan nafsu
dengan perempuan. Tiba-tiba si A pun jatuh ketanah lalu
mati!!

Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika pintu
dibuka maka keluarlah si B dengan perut yang sangat buncit
karena hari-hari mabuk-mabukan. Jalan pun terhuyung-huyung.
Tiba-tiba si B pun jatuh ketanah lalu mati !!

Setelah itu jin pergi ke gua si C dan membuka pintu gua.
Tiba2 si C keluar dalam keadaan sehat walafiat dan terus
MENAMPAR si jin. Sambil memaki si jin ia berkata:

“JIN GOBLOOOKK…..! !!! KOREKNYA MANA …???!!!”

Safety Lesson-nya : “Rokok Tak Berbahaya sepanjang
tidak ada koreknya”

February 14th, 2009 07:22 pm

Selalu ada yang berbeda di bulan Februari, apalagi saat menjelang pertengahan bulan. Coba tengok saja, pusat perbelanjaan mall, plaza semua mengubah tampilannya dengan nuansa pink dan gambar hati. Cupid bersayap juga mendadak jadi selebriti di bulan Februari. Begitu pula acara-acara di televisi, semuanya serba bertemakan cinta dan romantisme. Ya, memang hari ini, tgl. 14 Februari – katanya – adalah hari kasih sayang atau Valentine Day. Acara memberi kado hadiah, coklat, bunga kepada pasangan menjadi warna saat perayaan hari valentine. Sementara aku hanya di rumah duduk manis di depan kompie menulis postingan ini. Ya, seumur-umur memang ndak pernah aku ngerayain Val day, secara memang aku jomblo saat ini… hehehe… tapi suer.. aku ndak akan pernah ngerayain hari itu. Memang tidak pantas dan layak umat muslim Nabi Muhammad SAW seperti kita merayakannya. Tidak pernah sama sekali beliau mengajarkannya. Faktanya memang hampir 80% orang yang merayakannya adalah umat kristiani. Kalo memang kita melihat begitu banyak orang muslim Indonesia juga ikut merayakannya adalah suatu kesalahpahaman (kalo tidak boleh dibilang kebodohan ). Di Indonesia, utamanya di kota2 besar Val day mulai menjadi budaya yang populer, komersil dan konsumtif, lebih banyak ditujukan untuk pembelian barang-barang berbau kasih sayang : kotak coklat, perhiasan, boneka dan sebagainya. Salah kaprah kan ?

St. VALENTINUS, ya,.. pendeta inilah yang harus bertanggung jawab atas adanya hari Valentine. Dari namanya pasti kalian tahu ( pasti inget nama Valentino Rossi pembalap GP Motor dari Italia kan ? ) kalo pendeta ini hidup di jaman Romawi pada abad ke III Pada saat itu kerajaan Roma dipimpin oleh Kaisar Claudius II yang kejam. Ia berambisi untuk memiliki pasukan militer yang kuat tiada tandingan. Lalu ia berpikir jika semua pemuda ( pria ) di negaranya ikut dalam pasukannya maka mimpinya bisa terwujud. Namun gayung tidak bersambut, banyak pemuda pria yang enggan bergabung dengan pasukannya, apalagi pergi berperang dan meninggalkan keluarga, istri atau kekasih hatinya. Claudius berang, dan segera menerapkan kebijakaan gila pada rakyatnya yaitu : semua pemuda pria dilarang untuk menikah!. Sebagai pendeta yang berkewajiban menikahkan pasangan, ia secara tegas menolak kebijakan itu. Ia tetap menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meski secara diam-diam. Aksi Valentinus ini kemudian diketahui oleh antek-antek kaisar dan coba untuk memperingatkannya. Namun peringatan itu tidak digubris sama sekali oleh Santo Valentinus, ia tetap menikahkan pasangan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Karena aksi nekatnya, ia kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan pemenggalan kepala. Nasib St. Valentinus yang tinggal menunggu ajal, mengundang simpati orang-orang. Mereka banyak yang berkunjung untuk hanya sekedar memberi dukungan. Salah satu pendukungnya adalah putri dari penjaga penjara itu sendiri. Di hari pemenggalannya , yaitu tepat hari ini, tanggal 14 Februari, St. Valentinus masih sempat untuk menulis pesan surat untuk gadis putri penjaga penjara itu. Kata kata dalam pesan itu yang populer dan masih sering digunakan saat ini adalah : ……

With Love ,

Your Valentine

PS:

Hadis Rasulullah s.a.w :Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu

Menurut Data Statistik dari Alexa, friendster.com menempati posisi 3 setelah yahoo dan google website paling banyak dikunjungi dari Indonesia. Friendster bahkan mendatangkan visitor terbayak dari negara Indonesia, yaitu sekitar 35% jumlah visitor berasal dari negara ini dan disusul 23% berasal dari filipina.
Sementara facebook.com situs jejaring sosial yang saat ini lagi naik daun, hanya mampu bercokol diperingkat 6 website paling banyak dikunjungi dari Indonesia dan hanya mampu meraup 2,2% jumlah visitornya yang berasal dari Negara Indonesia.

Memang tidak bisa dipungkiri bila friendster masih mendominasi menjadi situs jejaring sosial paling populer di wilayah asia, bila dibandingkan dengan facebook yang masih dikategorikan pendatang baru diranah situs jejaring sosial dibandingkan dengan friendster.com yang sudah terlebih dahulu hadir.

Friendster masih menjadi dominasi saat ini di Indonesia dibandingkan dengan faceebook mengingat masyarakat pengakses situs ini telah familiar dengan penggunaanya, namun karena kebanyakan fitur berlebihan yang terdapat disitus ini membuat hanya kaula muda saja yang paling berminat dibandingkan dengan kaum tua yang biasanya lebih memilih facebook ketimbang friendster

Bila kita berbicara secara global, maka statistik kunjungan ke dua situs ini akan kelihatan berbanding terbalik, dimana faceebook dari hari kehari mengalami kenaikan traffick pengunjung, sedangkan friendster berbanding terbalik dengan kenyataan pengunjung faceebook yaitu mengalami penurunan yang sangat drastis pula dari hari keharinya.

Secara Global Facebook saat ini menempati posisi ke 5 situs paling banyak dikunjungi, sedangkan friendster harus puas menempati posisi 44 situs paling banyak diakses di seluruh dunia. Lihat saja perbandingan gambar grafik jumlah pengunjung antara keduanya di berikut :

Gambar: Statistik Pengujung Friendster

Gambar: Statistik Pengjung Facebook

source: Karo cyber community