Dalam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua bentuk persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan (incompressible flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan (compressible flow).
Aliran Tak-termampatkan
Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. Contoh fluida tak-termampatkan adalah: air, berbagai jenis minyak, emulsi, dll. Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran tak-termampatkan adalah sebagai berikut:
di mana:
- v = kecepatan fluida
- g = percepatan gravitasi bumi
- h = ketinggian relatif terhadapa suatu referensi
- p = tekanan fluida
- ρ = densitas fluida
Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
- Aliran bersifat tunak (steady state)
- Tidak terdapat gesekan
Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:

- Contoh soal :
- Pada sebuah pesawat ketebalan sayap pesawat adalah 30 cm. Sedangkan kecepatan udara di atas sayap 300 m/s dan di bawah sayap 260 m/s. Massa jenis udara adalah 1,29 kg/m3 dan luas sayap pasawat masing-masing 100 m2.
berapakah gaya angkat pesawat? (g=10 m/s2; F=p.A)


Penerapan Asas Bernoulli
Bagaimana penerapan Asas Bernoulli ?
Dewasa ini banyak sekali penerapan asas Bernoulli demi meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, diantaranya adalah :
- Karburator, adalah alat dalam mesin kendaraan yang berfungsi untuk menghasilkan campuran bahan bakar dengan udara lalu campuran ini dimasukkan ke dalam silinder mesin untuk pembakaran.
- Venturimeter, adalah alat untuk mengukur kelajuan cairan dalam pipa.
- Tabung pitot, adalah alat untuk mengukur kelajuan gas dalam pipa dari tabung gas.
- Alat penyemprot nyamuk / parfum

Karburator TSS (Vokum) Karburator Asesoris
Bagaimana cara menghitung kelajuan cairan dalam pipa ?

Menghitung kelajuan cairan dalam pipa memakai venturimeter tanpa manometer
Persamaan Bernoulli adalah
dan
kontinuitas A1.v1 = A2.v2, maka 
Cairan mengalir pada mendatar maka h1 = h2 sehingga P1 – P2 = ½ .ρ.(v22– v12 )
Maka 
Pada tabung fluida diam, maka tekanan hidrostatisnya : P1 = ρ.g.hA dan P2 = ρ.g.hB maka
P1 – P2 = ρ.g(hA –hB ) = ρ.g.h —– (2)
Substitusi persamaan (1) masuk ke (2) maka persamaan kecepatan fluida pada pipa besar:
![]() |
v1 : kecepatan fluida pada pipa yang besar satuannya m/s
h : beda tinggi cairan pada kedua tabung vertikal satuannya m
A1 : luas penampang pipa yang besar satuannya m2
A2 : luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer) satuannya m2
Menghitung kelajuan cairan dalam pipa memakai manometer

Persamaan Bernoulli adalah
dan
kontinuitas A1.v1 = A2.v2, maka 
Cairan mengalir pada mendatar maka h1 = h2 sehingga P1 – P2 = ½ .ρ.(v22– v12 )
Maka 
Tekanan hidrostatis pada manometer : P1 = ρ’.g.h dan P2 = ρ.g.h maka
P1 – P2 = g.h(ρ’ – ρ) ————- (2)
Substitusi persamaan (1) ke (2) maka persamaan kecepatan fluida pada pipa besar:
![]() |
v : kecepatan fluida pada pipa yang besar satuannya m/s
h : beda tinggi cairan pada manometer satuannya m
A1 : luas penampang pipa yang besar satuannya m2
A2 : luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer) satuannya m2
ρ : massa jenis cairan (fluida) yang mengalir pada pipa besar satuannya Kg/m3
ρ’ : massa jenis cairan (fluida) pada manometer satuannya Kg/m3
Bagaimana cara menghitung kelajuan gas dalam pipa ?

Persamaan Bernoulli adalah
dan
kontinuitas A1.v1 = A2.v2, maka 
Kelajuan gas dari lengan kanan manometer tegak lurus terhadap aliran gas maka kelajuan gas terus berkurang sampai ke nol di B (vB = 0 ) beda tinggi a dan b diabaikan ( ha = hb )
Maka Pa – Pb = ½.ρ.v2 ———– (1)
Tekanan hidrostatis cairan dalam manometer P – P = ρ’.g.h ——— (2)
Substitusi persamaan (1) ke (2) maka kecepatan gas pada pipa:
|
|
v : kelajuan gas, satuan m/s
h : beda tinggi air raksa, satuan m
A1 : luas penampang pipa yang besar satuannya m2
A2 : luas penampang pipa yang kecil (pipa manometer) satuannya m2
ρ : massa jenis gas, satuannya Kg/m3
ρ’ : massa jenis cairan pada manometer satuannya Kg/m3
Bagaimana cara kerja alat penyemprot nyamuk / parfum ?
Cara kerja alat penyemprot nyamuk / parfum adalah :

Jika gagang pengisap (T) ditekan maka udara keluar dari tabung melalui ujung pipa kecil A dengan cepat, karena kecepatannya tinggi maka tekanan di A kecil, sehingga cairan insektisida di B terisap naik lalu ikut tersemprotkan keluar.



Januari 17, 2009 at 10:45 am
wuaduuuhhh,, remind me to mr. Djoni & Mr. Tardi. emang jwbn yg tuk pesawat terbang (gaya angkat) brp Mas Boy??
brarti bikin penyemprot nyamuk ribet juga yaa…
pake persamaan bernoulli sgala..
keknya coba kirim lamaran ke PT. Semprotan Nyamuk Indonesia bisa juga neh, secara hbs baca tulisan ni, lumayan nambah2 ilmu tentang prinsip keja penyemprot nyamuk :d
Januari 19, 2009 at 10:54 pm
Pertanyaan yang bagus dari saudara fadli yang ada di Bandung :
Pada sebuah pesawat ketebalan sayap pesawat adalah 30 cm. Sedangkan kecepatan udara di atas sayap 300 m/s dan di bawah sayap 260 m/s. Massa jenis udara adalah 1,29 kg/m3 dan luas sayap pasawat masing-masing 100 m2. Berapakah gaya angkat pesawat? (g=10 m/s2; F=p.A)
Sebelum menjawab hasilnya, sebaiknya mari kita review sedikit tentang gaya angkat ( Lift Force) itu sendiri. Gaya Lift terjadi akibat ketidak seimbangan pressure antara upperside dan lowerside dari sayap pesawat. Yang sama-sama kita tahu dengan bentuk penampang sayap berupa airfoil (aerodynamic body) memungkinkan terjadinya perbedaan tersebut. Karena kecepatan udara yang melewati bag.atas lebih besar dibanding kec. pada sisi bawah ( Ini bukan karena cuaca yang menyebabkan perbedaan kecepatan lho dli…., tapi karena pengaruh bentuk streamline aliran udara yang melewati sayap pesawat sebagai konsekuensi bentuk dari disain airfoil itu sendiri),
Maka sesuai hukum Bernoulli berarti apa yang terjadi Fadli …..???? Betul, anak pinter,: yang berarti pada sisi atas memiliki tekanan yang lebih rendah dibandingkan tekanan yang terjadi pada bagian bawah pesawat. Secara tekanan berbanding lurus dengan tekanan dan luas penampang yang dilaluinya, maka terjadilah Gaya Angkat itu. Terbang deh tuh pesawat…( untuk bisa take off, maka pesawat harus berjalan dengan kecepatan minimum yang telah ditentukan dari pihak desainer. Hal ini dibutuhkan untuk mendapatkan gaya angkat minimal untuk bisa mengangkat bobot pesawat dari daratan).
Oke, sekarang mari kita bahas soalnya. Dengan menggunakan rumus Bernoulli dan asumsi bahwa sebelum melewati sayap pesawat udara memiliki energi yang sama (perbedaan elevasi diabaikan) , maka kita akan mendapatkan P1 –P2 = 14448 N/m2. Yang berarti bahwa di bawah sayap pesawat terjadi pressure sebesar 14448 N/m2 . Gaya angkat (FL) yang terjadi adalah dengan mengalikan pressure tersebut dengan luas sayap pesawat yaitu 100 m2. Maka didapatkan FL = 1444800 N/m2 atau sebesar 14,5 x 105 Pa. Karena sayap pesawat berjumlah 2 buah maka hasil tersebut dikalikan 2 , sehingga gaya angkat totalnya (14,5 x 105 Pa) x 2 = 2,9 x 106 Pa.
Kalo ada ide yang lain atau koreksi dalam mengerjakannya boleh ikut nimbrung juga…
Februari 6, 2009 at 8:31 am
ae…
lam knal z0w….
kal0 leh teu, 9mn ci, wat suka 5 y9 nm na fisika tU????
Februari 7, 2009 at 11:30 pm
# ulya:
Gak ada tip khusus, tiap-tiap orang punya kesenangannya sendiri2. Itu mengapa seorang profesor tidak suka memasak, dan artis tidak suka meneliti di laboraturium. Jika ulya tidak suka fisika gak usah dipaksa suka(malah jadinya jerawatan ntar). Mungkin kesukaan ulya ada di bidang lain. Thank buat komenx.
Februari 14, 2009 at 2:23 am
Beh kasih tau cara kerja penyemprot nyamuk yg lengkap dwunk!
Februari 14, 2009 at 2:29 am
One more.
Minta contoh Soal2 tentang fluida okey! Ditunggu sir….
Februari 16, 2009 at 9:33 am
saya kira penjelasan cara kerja penyemprot nyamuk yang saya utarakan sudah cukup jelas, jika memang blm jelas mohon di tunjuk bagian mana nya yg belum jelas scr spesifik. trims
Maret 13, 2009 at 10:26 pm
Mas… kok gambar n rumus2nya ilang ya…
Maret 15, 2009 at 4:26 pm
oh, maaf mas urip. Sebenarnya itu bukan ilang, tapi mungkin karena akses download internet mas urip yang kurang cepat. Coba pake akses internet yang lebih oke pasti bisa. Trims mas urip atas perhatiannya. Salam kenal dar saya
Maret 15, 2009 at 4:28 pm
oke, saya punya beberapa contoh soal mek. fluida dan penyelesaiannya , ditunggu aja upload annya nanti.
Terima kasih mas Yulianto. Salam kenal dari saya.
Maret 18, 2009 at 1:28 pm
kok gambarnya gag muncul sih??? padahal butuh bgt… thx
April 4, 2009 at 3:38 am
waduh , Dyt… aku kok bisa ya buka gambarnya full…
Memang kalo speed internetmu di bawah standar ya kadang gitu…
Tapi ini pake internet download speed nya 99kbps , aku coba buka lancar aja tuh…
April 6, 2009 at 8:02 am
haiii
kcih tw dunkzzz
ttg percobaan yg menjelaskan cara kerja penyemprot nymuk!!!!
gruku g jelas gto ngsih twnya, sruh percbaan sendiri tyus dikumpulin laporannya
kan binggung!!!
April 24, 2009 at 1:25 pm
syukurlah , kalo emang bermanfaat…
April 24, 2009 at 1:26 pm
@rifziest : syukurlah , kalo emang bermanfaat…
Mei 28, 2009 at 4:49 am
bos minta refrensi yang banyak tentang daya angkat sayap pesawat donk…
`n kirimin ke email ku y…..
thank`s after `n before
Juni 18, 2009 at 9:10 am
trim’s to mr.baiuanggara atas penjelasannya utk kedepan mohon materi nya menghitung flow air dari header pompa dg press awal sampai press akhir dihitung flow akhir berikut berkurangnya flow dg adanya elbow
Februari 17, 2010 at 1:49 pm
gmna sih cara kerja venturimeter???????
Maret 12, 2010 at 5:08 am
numpang tanya,,,
Sebuah pesawat terbang dengan massa 500 kg memiliki luas total sayap A=50 meter persegi dan udara mengalir pada bagian atas dengan kecepatan 40m/s(massa jenis 1,29) Tentukan laju aliran udara pada bagian bawah!
jawab yak
April 25, 2010 at 8:08 am
apa ada contoh soal mengenai prinsip kerja penyemprot nyamuk (dengan penggunaan rumus)????
Mei 6, 2010 at 1:28 pm
dari penjelasan saya dan beberapa formula yang saya utarakan mestinya anda bisa merumuskan suatu soal sendiri….
Mei 17, 2010 at 6:56 am
hm… tq y infonya
klo bs sm soal2nya y…
Juli 25, 2010 at 1:46 pm
tak derk tetang hidrofoil and vacum pump kew?????